Mendengarkan MP3 memang mengasyikkan, apalagi jika kualitas suara yang didengarkan bagus, sehingga terkadang kita lupa volume suaranya kita naikkan agar lebih terasa mantap.
Di keluarga saya, adik yang paling kecil yang sering mendengarkan mp3, baik lewat mp3 player, komputer ataupun handphone melalui earphonenya. Karena asyiknya, lagu mp3 tersebut sampai bisa didengar keluar, karena kerasnya volume.
Kalau udah gini, kita kakak-kakaknya yang jadi bawel dan mengingatkan kalau mendengarkan mp3 ini agar jangan terlalu keras volumenya, karena takut pendengarannya jadi tidak sensitif.
Ternyata ini ada benarnya, karena peneliti dari Uni Eropa juga sudah memberikan peringatan ke anak-anak dan remaja yang sering mendengarkan mp3 dengan volume yang tinggi, agar menurunkan volume mp3-nya.
Ini tidak lain agar mereka terhindar dari kerusakan pendengaran atau yang lebih fatal kerusakan pendengaran permanen atau tuli. Hal diatas diasumsikan jika anak-anak dan remaja mendengarkan mp3 diatas 5 jam dalam 1 minggu selama 5 tahun dengan volume tinggi.
Menurut juru bicara Uni Eropa “Resiko kerusakan pendengaran tergantung dari volume suara dan lamanya durasi ”
Anda tentunya tidak mau jika kakak, adik atau anak-anak anda yang masih belia dan usia remaja sudah mengalami kesulitan pendengaran, jika mereka tidak diingatkan mengenai bahayanya mendengarkan MP3 dengan volume suara yang benar dan bijak.